Percaya diri VS Grogi

6 02 2009

Komunitas adalah unsur terkecil yang ada dalam masyarakat. Sedangkan manusia merupakan bagian dari pembentuk unsur tersebut, manusia diciptakan dengan karakter atau sifat yang berbeda-beda sekalipun dia “si kembar”. Kesamaan fisik atau kembar mungkin bisa terjadi tapi kesamaan karakter belum tentu. Semakin banyak manusia maka semakin banyak karakter yang bermunculan, akan tetapi perbedaan sifat tersebut tidak semuanya beda, pasti ada hal-hal yang mendekati dan orang biasa mengatakan bahwa orang tersebut berjodoh. Dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan baik materiil atau non materiil manusia selalu berkomunikasi dengan yang lain. Ada beberapa hal yang terjadi dalam kegiatan menyampaikan pendapatnya dalam rangka berkomunikasi di depan publik, yaitu sifat percaya diri dan grogi.

Percaya Diri:
Ada satu kisah yang menceritakan tentang seorang gadis buta. Suatu hari ia bertemu seorang pesulap yang kemudian mengajaknya bermain sulap. Ajaib sekali bahwa sang gadis bisa menebak seluruh kartu yang diberikan sang pesulap. Kok bisa?
Ternyata rahasianya ada pada kecerdikan sang pesulap. Dengan menggunakan beberapa tipuan, ia berhasil mengeluarkan potensi sang gadis untuk bermain sulap bersamanya. Tanpa ragu sang pesulap mengajak sang gadis bermain di hadapan keluarganya, di hadapan orang banyak. Kepercayaan diri sang pesulap yang begitu tinggi menular pada sang gadis buta. Sejak saat itu sang gadis merasa telah menjadi seorang bintang di rumahnya. Ini terjadi hanya karena ada orang yang memberinya kesempatan untuk bersinar sejenak dan merasa istimewa di depan keluarganya. Ia yang selama ini merasa menjadi beban dalam keluarganya kini merasa sejajar dengan mereka karena peristiwa itu.
Cerita tersebut menggambarkan bagaimana pentingnya rasa percaya diri (PD). Tapi, sebenarnya kita perlu tahu dulu kenapa ada orang, ada teman kita yang sepertinya sangat tidak percaya kepada dirinya sendiri? Coba analisis juga, kira-kira hal apa sih yang membuat kita jadi enggak minder? Apa sih yang menghambat diri untuk maju dan mengeluarkan seluruh potensi diri kita? Kenapa harus ada rasa ragu tiap kali ada keinginan untuk melakukan sesuatu?

Grogi:
Suatu fenomena yang terkadang menjangkiti kita ketika mengadapi sebuah permasalahan yang kita kurang bisa menguasai, sifat ini cenderung menekan batin kita sehingga memunculkan perasaan takut, malu, kaku/gagu dan biasanya ditandai dengan perut yang serasa dikocok-kocok, mulas, pengin pipis, keluar keringat dingin dsb. Sikap grogi bisa mengakibatkan 40 persen cadangan pengetahuan yang kita miliki akan hilang secara tiba-tiba, apa yang sebenarnya ingin kita sampaikan kepada orang lain seakan-akan susah untuk diucapkan.

Pengaruh lingkungan:
Ternyata sikap tidak percaya diri ini muncul akibat kebiasaan-kebiasaan kita mengembangkan sikap dan pendapat negatif tentang diri kita. Mungkin juga sikap tidak percaya diri ini muncul sebagai akibat dari pengaruh lingkungan kita. Pengaruh yang seperti apa? Antara lain sikap lingkungan yang membuat kita takut untuk mencoba. Takut untuk berbuat salah. Semua harus seperti yang sudah ditentukan.
Karena ada rasa takut dimarahi ini, kita jadi malas untuk melakukan hal-hal yang berbeda dari orang kebanyakan.
Dalam dunia pekerjaan orang yang komunikatif dan mampu menyampaikan pesan hingga orang lain mengerti, memahami dan melaksanakan apa yang kita inginkan sangat penting. Oleh karena itu, perlunya kita melatih menjadi “public speaking”.
Berbicara di depan orang banyak bukanlah suatu hal yang mudah. Rasa takut membuat kesalahan, dan rasa panik serta grogi, membuat perut serasa dikocok, dan tangan mengeluarkan keringat dingin. Ternyata ada tips untuk menjadi public speaking yang handal, ini dia:

1. Sadari bahwa orang lain akan merasakan hal yang sama ketika ada di posisi Anda. Jadi jangan biarkan orang-orang yang menonton tersebut membuat Anda panik.

2. Bicaralah perlahan, walaupun grogi jangan biarkan kepanikan membuat Anda berbicara terburu-buru. Karena jika Anda terburu-buru risiko slip tounge sangat besar terjadi, dan pasti hanya akan membuat Anda terlihat konyol.

3. Pelajari benar topik yang akan Anda bicarakan. Semakin dalam pemahaman Anda terhadap topik, maka kepercayaan diri akan semakin besar. Anda akan semakin mantap dalam berbicara.

4. Jika Anda merasa sangat panik sampai-sampai tidak ada suara yang keluar dari mulut, tariklah nafas panjang, rilekskan diri Anda sesaat.

5. Buka mulut Anda lebar-lebar saat berbicara, agar suara yang dihasilkan jelas, dan berbicaralah selantang mungkin. Hal tersebut menunjukkan bahwa Anda memiliki kepercayaan diri, dan membuat orang yang mendengar yakin dan percaya dengan omongan Anda.

6. Beristirahatlah pada tiap-tiap jeda topik, jangan terburu-buru. Usahakan untuk tidak terlalu banyak mengunakan pengulangan kata, seperti “jadi”, “nggg” dan sebagainya.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.