Pentingnya Karakter

22 09 2008


Tanpa Karakter:

1. Melakukan yang termudah (cari enaknya)

2. Dikuasai Emosi (senang/ tidak senang, hawa nafsu, bukan cinta/ sayang)

3. Mencari alasan (pembenaran dirinya sendiri/ judgement, mati-matian cari selamat meskipun tahu dirinya salah)

4. Mendapat tantangan lantas berhenti (mleyok, muntir, muthung, eskapisme dll)

5. Tergantung motivasi Eksternal (karena didorong oleh orang lain atau ada pamrih pribadi)

6. Tidak ada kesesuaian antara kata dengan perbuatan (selingkuh, rekayasa, tidak mempunyai integritas)

Punya Karakter:

1. Melakukan yang benar (meskipun sulit)

2. Dikuasai nilai (baik, buruk, benar dan salah)

3. Mencari solusi (jalan yang terbaik untuk masa depan)

4. Mendapat tantangan tetap bertahan (gigih, ulet, pantang menyerah, tahan uji)

5. Tergantung motivasi internal (didorong oleh diri sendiri dan kesadaran)

6. Ada kesesuaian antara kata dan perbuatan (konsekuen, bertanggungjawab kepada tuhan, mempunyai rasa malu)

sumber: Robert A Cook





Jangan Baca Halaman Terakhir

16 09 2008
Suatu hari Bedu mampir ke sebuah toko buku yang sudah tua, agak remang-remang dan pengunjungnya jarang, suasananya sedikit angker. Toko itu hanya dijaga oleh seorang kakek yang sudah tua sekali.

Bedu adalah penggemar cerita horor, jadi buku yang dia cari ya cerita-cerita horor. Setelah dicari-cari, ketemulah buku yang berisi kumpulan cerita horor. Tanpa pikir panjang Bedu langsung menuju kasir untuk membayar.

Bedu : ”Yang ini berapa harganya?”

Kakek : ”Sembilan puluh ribu nak”

Bedu : ”Waduh, mahal bener kek, padahal bukunya tipis gini?”

Kakek : ”Kalau tidak ingin beli, kembalikan saja bukunya”

Bedu : (Kata Bedu dalam hati) ”Waduh, mana duitku pas-pasan lagi”.

Tapi karena sudah niat sekali, akhirnya Bedu membeli buku itu juga. Setelah membayar Bedu langsung keluar dari toko, namun baru sampai di pintu toko kakek itu memanggil Bedu,

Kakek : ”Nak, jangan coba-coba membuka halaman terakhir dari buku itu kalau tidak ingin menyesal nantinya”

Bedu merinding dan hanya bisa menelan ludah saja tanda kaget lalu segera ia meninggalkan toko buku yang angker itu.

Tengah malam, tiba-tiba hujan turun deras sekali disertai petir yang menggelagar dan angin kencang membuat jendela kamar Bedu terbuka.

Angin kencang yang bertiup masuk ke kamar Bedu membuatnya terbangun dari tidurnya. Angin itu juga membuat buku horor yang dibelinya tadi siang membalikkan halamannya satu demi satu dengan cepat.

Teringat ucapan kakek penjaga toko, Bedu langsung menahan buku itu agar tidak membalikkan halaman lagi, namun apa daya halaman terakhir dari buku itu sudah terbuka.

Bedu ketakutan dan dengan pelan-pelan ia ingin melihat isi dari halaman terakhir itu. Isi dari halaman terakhir dari buku itu adalah:

”KUMPULAN CERITA-CERITA HOROR.. SELESAI… DAPATKAN JUGA KOLAKSI-KOLEKSI CERITA HOROR LAINNYA DI TOKO BUKU KESAYANGAN ANDA, HANYA SEHARGA Rp. 15.000,- ”

Sent by: xia feli on Sep 13th, 2008





Sabar

9 09 2008

Terdapat beberapa prinsip yang harus kita lakukan dalam menjalani hidup ini, yaitu:

  1. Jujur
  2. Sabar
  3. Konsisten

Disaat suasana yang penuh dengan ketidak jelasan, sehingga menjadikan perasaan menjadi gundah gulana maka paling tidak sikap sabar perlu kita terapkan. Sabar bukan berarti terus menunggu dan menunggu dengan tanpa usaha atau malah berdiam diri menunggu bintang jatuh?

Dari Suhaib r.a., bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat kecuali hanya pada orang mukmin; yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya. Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim)

Sabar adalah menahan gejolak yang ada dalam hati yang ditimbulkan oleh suasana yang kurang baik dan mengambang atau tidak jelas. pengertian lain Sabar adalah menahan diri dari sifat kegundahan dan rasa emosi, kemudian menahan lisan dari keluh kesah serta menahan anggota tubuh dari perbuatan yang tidak terarah (Dakwatuna).

Terkadang kita lehilangan kesabaran sehingga menjadi kalab, stress dan frustasi dan tidak terima oleh keadaan yang ada, yach itu bisa di maklumi asal pada batas kewajaran, karena kita adalah manusia yang dianugerahi emosi.

Tapi, kemudian ada orang yang mengatakan sabar itu ada batasnya.. dan pertanyaanya, apakah benar sabar itu ada batasnya?

Mari kita bahas bersama…








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.