Terimakasih ya friend part 2

23 07 2008

………………………..sepenggal kisah lalu

Sampai disana langsung mendapat pelayanan dan perawatan dari para medis serta dokter kandungan. Nah ketika semua sudah beres ternyata aku belum siap keluar. Akhirnya ibu kembali istirahat dirumah. Dan suatu hari tepatnya hari Senin Ibu merasa ada yang aneh lagi dan tanpa pandang bulu, ayahku dengan secepat kilat langsung membawa ibu ke rumah bersalin lagi dan akhirnya di hari Selasa ketika fajar menyingsing, subuh sudah dikumandangkan dan ayam mulai berkokok tanggal 25 juni 1985 aku terlahir dengan sehat dan mantab (gendut)… Alhamdullillah Allahuakbar….adzan serta iqomah terdengar di kedua telingaku……………………………to be continue

…………. Akhirnya aku lahir dengan bobot melebihi bobot ideal seorang bayi dan bisa dikatakan saat itu aku terlahir dengan begitu monthok dan sehat. Beberapa hari kemudian aku dibawa ke rumah, riuh rendah cubitan sering aku terima tanpa bisa apa-apa. Sebab, saat itu aku memang sangat menggemaskan makanya begitu orang-orang melihat aku langsung mengerubung dan pengin menggendong serta menimangnya. Sungguh kenangan yang tidak terlupakan menjadi seorang idola dikala itu bahkan saking terkenalnya budhe (panggilan untuk kakaknya ibu/ bapak yang perempuan) membawaku ke lomba bayi sehat dan keluar menjadi seorang jawara. Akan tetapi pada suatu ketika saat aku telah terpilih menjadi seorang jawara bayi sehat gelarku dianulir sebab, ibuku yang tercinta telah hamil yang kedua atau telah mengandung adikku yang pertama. Sungguh menangis rasanya apabila gelar jawara ditarik dari tanganku namun sungguh Allah adalah Sang Maha Pemberi Rizki bagi hamba-hambanya baik yang beriman maupun tidak.

Dengan lahirnya adikku yang pertama berarti sekarang aku telah mempunyai seorang teman untuk bermain dan bercanda,..yach ibaratnya seorang Adam yang kesepian hingga sekian waktu kemudian Allah menghadirkan seorang Hawa untuk menemaninya.

Seluruh anggota keluarga saat itu memiliki kesibukan masing masing, Ayahku kerja di Bank, Ibuku kerja di DEPKEU, nenekku kerja di pasar sebagai pedagang tembakau hanya kakekku saja yang mungkin tidak memiliki kesibukan dan telah istirahat lama sekali, Ayahku saja belum pernah melihat kakekku yang tercinta sebab, beliau telah meninggal dunia. Kata nenekku pernah suatu ketika adik nenekku yang tinggal di sebelah rumah dianggap ayah oleh ayahku karena saat ayahku lahir laki-laki yang selalu dilihatnya adalah adik nenekku atau kakek kecilku. Ibarat, telur itik yang dierami oleh induk ayam bersama dengan telur-telur ayam yang lainnya kemudian telur itik tersebut menetas dan menganggap bahwa induk ayam yang selama ini mengeraminya itu adalah induknya….Kasihan.

Dengan begitu banyaknya aktivitas serta rutinitas yang melanda keluargaku tersebut maka ayah ibu serta nenekku memutuskan untuk mencari seorang pengasuh bayi atau babysiter. Bergonta-ganti babysiter telah banyak menemaniku, baik tahun pertama setelah aku lahir maupun tahun kedua dan ketiga adikku lahir. Saat itu Ibuku mengandung anak-anaknya yang imut-imut secara berurutan. Sehingga sungguh betapa berat perjuangan seorang ibunda yang harus mencari nafkah membantu ayah demi memakmurkan keluarga dan anak-anaknya. Saat kami bertiga masih kecil (aku dan kedua adik perempuanku) ayah ibuku menemukan seorang babysiter yang cukup handal dan tangguh, beliau cukup lama menemani dan merawat kami hingga saat beberapa waktu lamanya beliau disuruh pulang untuk menikah beliau tidak mau dan ingin mengapdi di rumah kami, pengorbanan yang luar biasa.

Beliau akrab disapa dengan nama Yu (mbakyu) Nah (nama panggilan singkat), Yu Nah selalu menemani kami bahkan aku masih sedikit ingat bahwa kami pernah bertiga digendhong bareng sambil beliau menyapu dan membersihkan halaman rumah…Perkasa memang sebab, didaerah asalnya beliau sering membawa beban yang mungkin lebih berat dari itu. Ayahku menemukan sosok pahlawan yang perkasa dan setia serta lembut hatinya itu dari saudaranya yang menjadi guru SD Negeri di Lereng Gunung Merapi sebelah utara.

Berdasarkan pada informasi itu Ayahku langsung mencari seorang yang konon perkasa dan baik hati tersebut. Bersama saudara dan dengan mobil butut yang kina telah laku terjual itu ayahku menemui yu nah, medan yang naik turun dan terkadang berkelok-kelok serta jalan yang masih berupa bebatuan ayah susuri dengan ikhlas dan pantang menyerah demi anak-anaknya.

Keluarga besar dan masyarakat di Kampung yang berada di Lereng Gunung Merapi itu sangat bersahabat dan ramah. Begitu ayah dan saudaraku datang dengan mobil bututnya seluruh kampung langsung mengerumuni dan menyapanya satu persatu serta menawarkan untuk mampir kerumahnya bak seorang Presiden atau Pejabat Istana yang mengunjungi rakyatnya. Tawaran dan Kesepakatan pun diungkapkan kepada yu nah, walaupun harus berpikir panjang dan harus datang hingga kedua kali di Desa yang ramah itu ayahku tetap menjalinya. Akhir dari keputusan pun di dapat yu nah akhirnya mau menjadi pengasuhku dan kedua adikku dan tinggal dijogja hingga beberapa lama.

…………………..to be continue


Actions

Information

3 responses

18 08 2008
wardah el shafa

hhee bayi jawara tho.. ?? gemug dunk .. penasaran dengan postingan selanjutnya… :D rajin nulis pak .. akhirnya ane punya temen yang suka nulis juga di DS hehe..

4 09 2008
krun

keren..mulane gedhene ngganteng ….salam pren

4 09 2008
masbuch

thank u bozz, perasaan wes dari dulu je…hee. ki sori critane belum diterusin lagi coz lagi ngurusin ta’jilan neng kampung..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.