Hari Rabu tanggal 25 Juni 2008 mulai dari jam 00.01 sd 23.59 adalah peringatan telah lahirnya sosok lelaki pujaan hati yang telah genap umurnya menjadi 17 tahun lebih sedikit heee…. Flash back: 23 tahun yang lalu terdapat seorang ibu yang tengah hamil tua.
Perutnya membesar kelelahan kesana kemari dengan menahan beban pada tubuhnya selama hampir sembilan bulan, semburat pucat terkadang terlihat pada wajah sang pahlawan yang paling ku cinta. Dialah wanita perkasa namun lembut hatinya yang dengan sabar menunggu sampai saat waktunya tiba dambaannya keluar menghirup udara dunia yang penuh dengan lika-liku serta mendaki, susah, senang ataupun hambar…yach itulah dunia tempatnya manusia hidup beranak pinak, bersyukur dan banyak juga yang ingkat kepada Sang Kholiq.
Suatu ketika ibu merasa ada yang bergerak-gerak dalam perutnya, apakah siJabang ini mo keluar?. Dengan penuh perhatian Ayahku yang tercinta, baik hati dan tidak sombong pun dengan penuh semangat dan percaya diri mengambil perbekalan (pakaian ganti untuk keperluan “mondok”atau opname atau bersalin) yang tak lain untuk ibuku. Dan dengan gegap gempita berjalan sambil menyambar kunci mobil kebanggaan Ayahku, kendaraan yang lumayan populer karena, satu kampung hanya ayah yang memiliki itupun setelah bekerja sekian tahun sebab, kata Almarhum nenekku ayahku menikahnya terlambat jadi cari duit dulu baru nikah. Mobil dengan bak terbuka tanpa memiliki moncong alias pesek karena, mesinnya ada dibawah jok sopir dan penumpang, yang tak kalah serunya adalah suara mobilnya, tanpa melihat bentuknya orang-orang pasti sudah tahu terutama orang-orang yang hidup dijaman modern. Ayo coba tebak, kira-kira jenis mobil apa…… banyak orang mengatakan namanya adalah mobil “thronthong”, termasuk dalam jenis merk suzuki kalau tidak salah simbahnya suzuki carry.
Ok…, setelah ayahku mengambil kunci dan menyiapkan di halaman rumah dan akhirnya melaju membawa ibuku ke rumah sakit bersalin yang ternyata sampai saat ini rumah bersalin tersebut masih ada, yaitu Pura Rahardja tepatnya di kota baru, di sebelah belakang atau sebelah selatan toko buku Gramedia jogja.
Sampai disana langsung mendapat pelayanan dan perawatan dari para medis serta dokter kandungan. Nah ketika semua sudah beres ternyata aku belum siap keluar. Akhirnya ibu kembali istirahat dirumah. Dan suatu hari tepatnya hari Senin Ibu merasa ada yang aneh lagi dan tanpa pandang bulu dan secepat kilat langsung membawa ibu ke rumah bersalin lagi dan akhirnya di hari Selasa ketika fajar menyingsing, subuh sudah dikumandangkan dan ayam mulai berkokok tanggal 25 juni 1985 aku terlahir dengan sehat dan mantab (gendut)… Alhamdullillah Allahuakbar….takbir serta iqomah terdengar di kedua telingaku……………………………to be continue




Komentar temen