Kalitengah Lor adalah salah satu tempat di Kecamatan Cangkringan yang terletak di paling ujung utara dan timur Kota Kabupaten Sleman. Tepatnya Desa Kalitengah Lor ini berada dibawah lereng Gunung Merapi di sebelah tenggara. 
Pemandangan yang cukup indah , hutan Pinus dan beberapa vegetasi khas pegunungan yang berdaun jarum terhampar menyelimuti salah satu Gunung teraktif di Dunia dengan gundukan dan bongkahan batu pasca letusan 2005 yang telah meratakan lokasi rest area Kaliadem yang terletak di sebelah barat sedikit keselatan dari Kalitengah Lor. Suasana alam yang masih asri dan sejuk menyelimuti perkampungan yang paling ujung tersebut yang kebetulan pula banyak peternakan unggas dan sapi berdiri.
Hari Sabtu tanggal 24 Mei 2005 pukul 16.30 forum ikhwan quantum remaja atau “FIQR” melakukan kegiatan camping di sekitar hutan sebelah utara desa kalitengah lor. Rombongan sebelumnya berkumpul di salah satu warga di daerah Cangkringan yaitu Bapak Tomo, sebab sebagian besar rombongan belum tahu jalur menuju lokasi. Setelah menunggu rombangan hingga pukul 19.30 akhirnya rombongan dengan berdelapan orang berangkat menuju lokasi camping di desa kalitengah lor, ditunjuk sebagai navigator dan mas’ul atau pemimpin rombongan adalah Pak Wahyudi.
Lokasi menuju tempat camping tersebut sangat mudah untuk dilalui, yaitu pertigaan Kecamatan Cangkringan ke timur hingga melewati jembatan kali gendol kemudian ambil kiri dan terus ke arah utara melewati beberapa desa serta perkampungan ternak yang berada di kanan dan kiri jalan. jalan menuju lokasi sangat bagus dan mulus karena, jalan tersebut selain sebagai sarana jalur transportasi juga sebagai jalur evakuasi ketika Gunung Merapi mengeluarkan isi perutnya.
Berkelak-kelok itulah merupakan salah satu ciri jalan di daerah pegungan dan akan ditemui pula di kawasan Kalitengah Lor tempat kami melaksanakan camping. Setelah melalui perkampungan ternak dengan jalan berkelak-kelok maka pada akhirnya ditemui jalan semen yang sedikit menanjak berakhir jalan berupa tanah dan terdapat tanah lapang serta terdapat satu jalan yang mengarah ke arah luncur guguran lava pijar yang beberapa tahun lalu telah merenggut nyawa.
Pukul 20.15 kami berhenti di sebelah utara tanah lapang tersebut untuk istirahat dan mencari lokasi sumber air serta mencari lokasi yang tepat untuk mendirikan tenda. Ada yang bertugas mensurve lokasi sumber air dan lokasi tenda, mempersiapkan perlengkapan camping dan logistic serta yang lain mencari lokasi parkir motor yang aman dan dekat dengan tenda. Ditengah kesibukan kami dengan tugas masing-masing ada salah satu dari temen yang masing berada dibawah ingin menuju lokasi, dengan bersusah payah akhiernya dia sampai juga di lokasi. Pukul 20.35 akhirnya rombongan menemukan lokasi yang tepat untuk tenda, parkir yang aman untuk motor, dekat dengan sumber air. Setelah itu tim logistic dengan bekal yang telah dipersiapkan, menyiapkan logistic berupa jagung manis, margarin dan saos yang siap untuk dibakar. Dengan menyantap jagung bakar bersama-sama kami melihat ke bawah atau arah selatan, lautan lampu gemerlapan terhampar di penjuru timur hingga barat. Kota jogja yang kami lihat dari arah utara ketika malam hari ternyata begitu indah, terlihat beberapa lampu kota seperti garis yang bersinar ke arah pusat kota jogja, pesawat terbang yang landing dan take off dari bandara internasional Adisucipto.
Suasana keakraban penuh canda tawa mulai menghangati dinginnya malam di lereng Merapi, mumpung ketemu tim FIQR melakukan beberapa evaluasi dan penggalian ide yang berkaitan dengan beberapa kegiatan yang telah dilakukan beberapa hari yang lalu, karena suasana yang dingin dan mulai mengantuk akhirnya para perjaka ini memejamkan mata di dalam tenda dengan berbagai cara masing-masing mengatasi hawa dingin yang menusuk tulang dan tak lupa mematikan api pengahangat. Ketika itu ada yang berselimut sarung, mantel, bahkan ada yang membungkus kedua kakinya dengan plastik dengan satu tujuan yaitu mengatasi hawa dingin. Alhamdulillah dengan kondisi seadanya kami melewati hawa dingin tersebut dengan suasana masing-masing, ada yang tidurnya sampai mendengkur, menggigil, melipat tubuhnya sampai yang bisa-biasa saja sampai-sampai jam 02.30 disangka sudah subuh karena, suasana malam itu terang benderang dengan sinar bulan purnama.
Adzan subuh mulai berkumandang di daerah pedesaan di bawah lokasi kami melakukan kemah, kami bersembelin dengan suasana yang harus menuntut untuk melakukan ibadah Sholat akhirnya mengambil air wudhlu dengan mengalahkan hawa dingin. Setelah Sholat dan membaca al ma’tsurat ada dua orang yang pulang terlebih dulu karena, ada keperluan. Kemudian yang lain jeprat-jepret sesuai dengan pose masing-masing berlatarbelakang Gunung Merapi yang indah ketika pagi hari. Suara burung-burung yang belum pernah kami dengar di bawah saling berkicauan ditambah dengan alam bekisar yang masih liar berkokok menyambut mentari tanpa harus malu-malu dan takut kalau ditangkap oleh para pemburu ayam alas. Semoga ke-asrian alam ini tetap terjaga seiring bertambahnya populasi manusia.
Pukul 06.00 tenda telah dibereskan dan kami melanjutkan perjalan menuju tempat tujuan dan keperluan masing-masing. Kalitengah Lor memang salah satu dari sekian lokasi yang memiliki panorama indah di jogja.


Komentar temen